Senin, 30 Desember 2019
Bayang-Bayang Konflik Besar Dibalik Perang Dagang Antara Amerika dan Tiongkok dalam Tinjauan Teori Konflik
- A. Latar Belakang
Perang dagang antara Amerika
Serikat dan Tiongkok mulai memanas. Amerika kembali menerapkan kebijakan yang
menyudutkan Tiongkok. Amerika bersiap mengenakan tarif bea masuk impor produk
lain dari Tiongkok setelah sebelumnya memberlakukan penetapan tarif impor baja
dan aluminium. Presiden Amerika Donald Trump membidik Tiongkok langsung sebagai
negara yang selama ini dianggap menjalankan perdagangan berat sebelah dengan
Amerika. Pasalnya, defisit neraca dagang Amerika dengan Tiongkok terus melebar
setiap tahun. Defisit dagang Amerika dengan Tiongkok sepanjang 2017 semisal,
tercatat sebesar 375,22 miliar dollar AS atau naik 8,12 persen dari tahun 2016
yang sebesar 347,01 miliar dollar AS. Ekspor Amerika ke Tiongkok di 2017 hanya
130,36 miliar dollar AS, sementara impor Amerika dari Tiongkok sebesar 505,59
miliar dollar AS.[1]
Rabu, 18 Desember 2019
Anggaran Dasar - Anggaran Rumah Tangga Threephyral SMAN 3 Kuningan
ANGGARAN DASAR (AD)
BAB I
NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal 1
Nama Organisasi
Organisasi ini bernama Three Photography and Journalists Forum, disingkat menjadi “THREEPHYRAL”
Pasal 2
Waktu dan Tempat Pendirian
(1) Organisasi ini untuk waktu yang lamanya tidak ditentukan dan di mulai sejak tanggal 28 Juli 2012(2) Organisasi ini berkedudukan di kampus SMAN 3 Kuningan
Mimih Saat Menghadiri Acara Mamah Dedeh
Saat itu saya masih kuliah S1 di UIN Sunan Kalijaga. Suatu pagi, saya sedang menonton acara berita di tv. Ketika iklan, saya pindahkan ke channel Indosiar, tentu saja ada acara Mamah Dedeh.
Biasanya saya skip, namun ketika saya hendak memindahkan channel, tertulis di acara tersebut "Majelis Taklim Kuningan". Saya nonton beberapa saat, dan ternyata berasal dari desa Lengkong, desa kelahiran saya.
Berselang 5 menit memasuki sesi tanya jawab, ternyata yang bertanya adalah ibu saya sendiri. Ini adalah gambar screenshot yang saya dapatkan dari channel youtube. Namun sayang, sekarang video-video mamah dedeh sudah banyak yang dihapus dari youtube, sehingga saya belum sempat menyimpan video utuhnya.
=============================
Sumber : Database Idik Saeful Bahri (idikms)
Kamis, 12 Desember 2019
Waktu
Detik demi detik
Berlangsung
Begitu cepat
Kadang
Meruntuhkan
Harapan
Kadang
Menggembirakan
Pandangan
Duduk mengharap...
Terjangkit
Derita hawa yang sungguh ironi
Menyebar sampai pelosok-pelosok
Mengguncang bagai gempa yang tak kenal ampun
Bergelombang menembus reruntuhan
Tak dapat berbuat
Tak dapat berkata-kata
Menciptakan suasana gelap di alam raya
Terciptanya neraka hawiyah
Panas bukan kepalang
Terdiam dalam Diam
Terpaku menatap layar
Terpukau dengan indahnya sorotan cahaya
Tik tak tik tuk suara tekanan
Dalam diri ku mengkhayal
Dalam pikiran ku meraba
Keheningan ini
Membuat semuanya terasa susah
Terasa tak berjalan
Keluarlah dari lembah tersebut
Bangun gunung dan bentangkan lautan
Susah tiada tara
Sial
Berjalan di lurusnya aturan
Menunggu hasil di ujung garis
Menerawang manik-manik keindahan
Terus berusaha
Sampai goresan darah tertumpah
Terus berjalan
Walau singa menghadang
Hanya saja
Tentu
Kehendak Tuhan di atas segalanya
Terjungkil dan terperangkap kebinasaan
Dimana disitulah
Kehancuran dari kesombongan
Shubuh
Dinginnya angin menembus raga
Dalam tatanan kekuatan antara iya dan tidak
Bunyi alarm menyala-nyala di dalam telinga
Sejauh itu aku bilang tidak
Sejauh itu aku tak berbuat apa-apa
Detik berganti detik
Setiap haluan jam berbunyi bagaikan suara neraka
Tapi tiba-tiba aku terbangun juga
Oleh bisikan seseorang yang mmerayuku
Dengan syair-syair indahnya.
Sepatu Ilalang
Bersatu dalam kegembiraan
Tertawa terbahak melupakan masalah yang terjadi
Berkumpul dan melampiaskan emosi
Melampiaskan semua hal yang membelenggu
Dalam satu cita kami berbagi
Kami ekspresikan dengan bola bundar yang menemani
Di tengah hujan yang melanda
Di tengah kerangka kiamat yang mengguncang
Kami merekatkan tangan
Kami bersatu
Demi hidup indah yang dinanti
Senyum Manis
Pagi yang indah mengggugah suasana
Terbangun dalam keceriaan hati
Tak sabar rasanya ingin bertemu
Dengan permaisuri dari dunia impian
Banyak pengorbanan yang telah terbuang
Hanya untuk bertemu dengan penakluk hati
Entah mengapa...
Menyebut namanya hati ini tenang bagai berada di surga
Raasanya ingin di ukir dalam hati
Di kenang sampaai akhir hayat
Tapi...
Kebahagiaan besar datang pagi itu
Sebuah tempat yang tertata dengan sendirinya
Menjadi saksi bisu pertemuan kami
Sebuah senyuman menjadi hidangan hati
Meluluh lantakkan semua pikiran
Tak bisa berfikir, tak bisa berasa
Apakah ini rasanya cinta?
Sendiri
Masih ingatkah kau kejadian itu?
Kejadian yang benar-benar paling kubenci
Kejaadian itu membuatku sepi
Sepi tanpa kehadiranmu...
Rasa kehilangan selalu datang
Disertai kekecewaan yang sangat dalam
Entah mengapa... aku selalu mengingatmu
Ingatan kita tak bisa pergi
Semakin berlalu semakin kurasakan sepi
Aku tak sanggup hidup sendiri...
Aku benar-benar merasakan
Kalau aku merasa kehilanganmu
Secercah Harapan
Dalam keheningan rasa
Ku terdiam terpaku
Menatap suram arah barat dalam pandangan
Tapi datanglah suara getaran
Memberikan paradigma baru
Masuk dan terus masuk
Ke dalam rusuk jantung yang penuh kehitaman
Dan membuat sebuah cahaya putih
Bagi kepesimisan diri
Rabu, 11 Desember 2019
Satu
Dahaga dapat hilang dengan setetes air embun.
Mentari dapat menerangi lautan dengan cahaya surgawinya.
Derasnya hujan membuat keindahan bumi menjadi nyata.
Burung, bintang, dan bulan yang menghiasi langit terus berdoa akan kebersamaan kita.
Mereka lah saksi fana yang tau akan fakta keluhuran cinta.
Darah, nyawa dan jiwa merasakan hal yang sama akan cinta kasih.
Terpisah ruang dan waktu, terpisah jarak yang bgtu panjang, dan kondisi yang tak serupa antar dua insan.
Membuat kita lebih dewasa.
Lebih toleran akan keadaan kita.
Saling memahami dan saling menghargai,
akan mimpi pasangannya yang hebat.
Dukungan hati dan cinta adalah hal nomor 1 yang memang di butuhkan.
Satu cinta, satu rindu, satu kasih, satu motivasi, satu hati dan satu ambisi.
Rinduku Menggema
Gemerecik air melambai-lambai dalam kenangan
Menyusun tetes-tetes keindahan alamiah yang menawan
Mengagungkan khayalan nun jauh tak terhingga
Menembus kekuatan fana tiada bertepi
Merobek alam nyata
Menuju keabadian tiada akhir
Cahaya Gelap
Dikala sepi menyelimuti
Datang membawa ketakutan
Jauh dari keramaian dunia seperi biasa
Tenang tapi tak tentu arah
Perasaan ini membekas dalam diri
Menghujani setiap langkah
Menyirami setiap pemikiran yang ada
Dalam kenangan kuat menuju sebuah keabadian
Menunggu sebuah waktu
Yang akan memutar balikkan semuanya
Rembulan Hati
Cahaya bersinar menerangi diri
Membuat kalbu bergetar melumpuhkan jiwa
Pesona wajah penyejuk hati
Tak bisa terlupa hingga akhir masa
Bening matanya menusuk dada
Tak bisa dihadang walau dengan
baja
Ku ingin merasakan rasanya cinta
Dengan sepenuh hati yang pernah
ada
Ku rasakan hati ini telah terhipnotis
Oleh ciptaan Tuhan yang tak terhingga
Ku terus berdoa tuk meraihnya
Demi kedamaian insan yang kan tergapai
Dialah sang rembulan hati
Yang meneduhkan bumi dari terik
panasnya matahari
Ku ingin masa depan hidupku ini
Ditemani sang ratu yang telah
menguasai hati
Rantau
Ribuan langkah ku injakkan kaki
Membentuk jejak-jejak berbau darah
Sayatan pedang samurai menghiasi jalanan
Bergelombang membentuk riuk kehidupan
Orang besar itu
Siap hadir dari masa pahit
Orang sukses itu
Perlu rintangan nun jauh membumbung langit
Wahai kawan
Betapapun gelombang menerjang
Betapapun badai meluluh lantakkan bumi
Betapapun topan menghembuskan kehidupan
Ingatlah akan kehadiran namamu
Dalam sejarah hebat masa depan
Selamat datang pengabdian
Pujian Terindah
Awali gerak dengan membaca Bismillah
Mencerminkan seseorang sang pembawa risalah
Hamdalah menjadi sebuah penutup
Untuk sebuah kebahagiaan yang
terlewati
Allahuakbar... Allahuakbar... Allahuakbar
Bergema bagi insan yang mengagungkanNya
Sebuah kalimat yang indah untuk mensucikan hati
Subhaanallah...
Rasa takjub akan ciptaan Tuhan
Menggetarkan jiwa dari apa yang
dilihatnya
Sungguh mempesona
Astaghfirullahal’adzim...
Penyesalan untuk dosa yang telah berlalu
Taubatan nasuha menjadi jalan utama
Tuk meraih kesucian diri dihadapanNya
Laa ilaa ha illallah...
Laa ilaa ha illallah...
Laa ilaa ha illallah...
Pujian terindah dalam semua
rangkaian
Pengagungan yang tinggi bagi sang
pencipta
Tiada Tuhan selain Engkau
Ya Allah yang merajai semua alam
Prinsip
Dulu kala di saat semuanya masih sama
Terlintas dipikiran untuk membentuk sesuatu
Sesuatu hal yang besar
Melampaui batas-batas impian
Kemudian beranjak
Berbedalah semua hal yang sudah dirancang
Akibat usia
Akibat olah otak
Semuanya berganti
Dan terus berganti
Setiap pergantian waktu
Dan tempat
Bangsat atau Mati?
Saat kutuliskan ini dengan tinta kelabu
Aku sudah pesimis akan nasib negeri ini
Negeri yang membuat aku hidup berpuluh tahun
Tapi membuat rakyatnya merana
Bukan..........
Sekali lagi bukan..........
Bukan negerinya yang salah
Itu fitnah
Itu tuduhan yang keji
Negeri ini suci
Negeri ini perkasa
Bangsat-bangsat itulah yang anjing
Mereka menenggelamkan bumi ini
Layaknya atlantis agung yang hilang entah kemana
Merah putih ini akan lenyap?
Kunyuk, aku tidak akan biarkan hal itu
Seandainya saja aku punya kuasa
Mereka akan aku bunuh
Aku masukkan mereka ke dalam neraka
Selama-lamanya, abadi nan kekal
Tapi sungguh
Aku tak bisa berbuat apa-apa
Bahkan di kala partai bersuara pun
Aku masih ragu
Antara memilih bajingan
Atau rela mati demi tanah pertiwi
Pikir Ini Sihir

In
Menjad
Dir
Sendir
Sakt
Jad
Saks
Past
Bas
Kaj
In
Pag
Pag
Dar
Pad
D
Siliwang
Lar
Jad
Gaj
Kehidupan Semu
Kuliah dapat dipermainkan,
dosen dapat dipermainkan,
tugas dapat dipermainkan,
masa depan dapat dipermainkan,
harta dapat dipermainkan,
wanita dapat dipermainkan,
tahta dapat dipermainkan,
teman dapat dipermainkan,
kesuksesan dapat dipermainkan,
semua dapat dipermainkan,
KECUALI 3 HAL:
Cinta kasih yang tulus,
Keyakinan yang mendalam,
Dan jati diri yang terkontrol alam pikiran
dosen dapat dipermainkan,
tugas dapat dipermainkan,
masa depan dapat dipermainkan,
harta dapat dipermainkan,
wanita dapat dipermainkan,
tahta dapat dipermainkan,
teman dapat dipermainkan,
kesuksesan dapat dipermainkan,
semua dapat dipermainkan,
KECUALI 3 HAL:
Cinta kasih yang tulus,
Keyakinan yang mendalam,
Dan jati diri yang terkontrol alam pikiran
Duri Pertiwi
Dikala bangsat-bangsat memimpin
Berbaur dalam gemerlap setan
Dunia hitam menyekik balutan kedamaian
Riuk-riuk suara iblis berdegung
Hati rakyat tercabik-cabik
Amukan demi amukan terus bersuara
Tapi mereka tuli
Mereka buta
Mereka dasi-dasi anjing
Yang harusnya terbuang dan termarjinalkan
Mereka pantas menerima kutukan
Oh Tuhan
Berikanlah mereka penderitaan
Penderitaan yang abadi
Pembisu
Buaian sutera sedang duduk dalam pandangan
Merasakan suasana surgawi paling nikmat
Kanan kiri ia melambai-lambai
Terfokus ke hadapanku
Deg, deg, deg
Jarum hati berdetak kencang
Aku tahu dia terpesona
Dia tahu aku terpesona
Bersama dalam perasaan
Tapi lidah sulit tuk berucap
Sang sutera sudah tak sanggup menunggu
Persetan, lidahku nuklirku sendiri
Aku benci penyesalan
Benci...
Pelukan Bunda
Tiada hal yang membuatku hangat
Tiada sentuhan yang membuatkku betah
Kecuali dekapan seorang ibu terhadap anaknya
Dekapan kasih sayang yang luar biasa
Biarkan kenyamanan itu mambawamu
Jangan tolak getaran indahnya
Itu alami
Itu pemberiaan Tuhan
Disaat itu
Aku bermimpi
Untuk menjemput masa kanak-kanakku
Walau itu tak mungkin
Paradigma
Ketika pikiran sudah dalam suatu jalur
Ketika pikiran dalam sebuah langkah yang pasti
Ketika kefanatikan tak bisa diubah lagi
Ketika semua hal sudah menjadi bulat
Waktu kadang tak berbuat apa-apa
Seorang jenius tak dapat merubahnya
Bahkan tembakanpun tak dapat membunuhnya
Semuanya tidak dapat berubah
Kecuali kehendak Tuhan yang agung
Padamnya Semangat
Ketika aku menginjakkan kaki
Di tanah panas ini
Di suatu tempat yang jauh dari dekapan ibu
Ku bagaikan dditelantarkan
Di buang dari kemegahan istana
Hendak dijadikan masa depan
Katanya
Hendak dibuat generasi keluarga
Katanya
Tapi aku tak sanggup
Di jalan bernanah ini
Aku mengenal banyak makhluk
Banyak petaka yang datang
Entah itu sadar atau tidak
Aku berhenti di jalan itu
Aku tak bisa berlari
Bahkan berjalanpun tak bisa
Ke belakang
Pun tak tahu harus berbuat apa
Aku berdiri dititik dimana aku padam
Nyontek
Menjadi biasa
Bagi kehidupan bangsa kita
Menjadi pemicu
Sebuah prestasi
Menjadi penyegar
Bagi pikiran yang lusuh
Mimih...
Malam indah menerangi kalbu
Menyinari kelusuhan hati yg sngat kotor
Hentakan
Perjuangan
Kekuatan
Dan pengorbanan
Menyatu dalam raga malaikat cinta
Berharap senja hari
Cerah menerangi sang malam
Langganan:
Postingan (Atom)