Pembaca bisa berdiskusi dengan Idik Saeful Bahri melalui email : idikms@gmail.com, idik.saeful.b@mail.ugm.ac.id, atau idikms@mahkamahagung.go.id

Rabu, 11 Desember 2019

Satu


Dahaga dapat hilang dengan setetes air embun.
Mentari dapat menerangi lautan dengan cahaya surgawinya.
Derasnya hujan membuat keindahan bumi menjadi nyata.
Burung, bintang, dan bulan yang menghiasi langit terus berdoa akan kebersamaan kita.
Mereka lah saksi fana yang tau akan fakta keluhuran cinta.
Darah, nyawa dan jiwa merasakan hal yang sama akan cinta kasih.
Terpisah ruang dan waktu, terpisah jarak yang bgtu panjang, dan kondisi yang tak serupa antar dua insan.
Membuat kita lebih dewasa.
Lebih toleran akan keadaan kita.
Saling memahami dan saling menghargai,
akan mimpi pasangannya yang hebat.
Dukungan hati dan cinta adalah hal nomor 1 yang memang di butuhkan.
Satu cinta, satu rindu, satu kasih, satu motivasi, satu hati dan satu ambisi.

Rinduku Menggema


Gemerecik air melambai-lambai dalam kenangan
Menyusun tetes-tetes keindahan alamiah yang menawan
Mengagungkan khayalan nun jauh tak terhingga
Menembus kekuatan fana tiada bertepi
Merobek alam nyata
Menuju keabadian tiada akhir

Cahaya Gelap


Dikala sepi menyelimuti
Datang membawa ketakutan
Jauh dari keramaian dunia seperi biasa
Tenang tapi tak tentu arah
Perasaan ini membekas dalam diri
Menghujani setiap langkah
Menyirami setiap pemikiran yang ada
Dalam kenangan kuat menuju sebuah keabadian
Menunggu sebuah waktu
Yang akan memutar balikkan semuanya

Rembulan Hati


Cahaya bersinar menerangi diri
Membuat kalbu bergetar melumpuhkan jiwa
Pesona wajah penyejuk hati
Tak bisa terlupa hingga akhir masa
Bening matanya menusuk dada
Tak bisa dihadang walau dengan baja
Ku ingin merasakan rasanya cinta
Dengan sepenuh hati yang pernah ada
Ku rasakan hati ini telah terhipnotis
Oleh ciptaan Tuhan yang tak terhingga
Ku terus berdoa tuk meraihnya
Demi kedamaian insan yang kan tergapai
Dialah sang rembulan hati
Yang meneduhkan bumi dari terik panasnya matahari
Ku ingin masa depan hidupku ini
Ditemani sang ratu yang telah menguasai hati

Rantau


Ribuan langkah ku injakkan kaki
Membentuk jejak-jejak berbau darah
Sayatan pedang samurai menghiasi jalanan
Bergelombang membentuk riuk kehidupan
Orang besar itu
Siap hadir dari masa pahit
Orang sukses itu
Perlu rintangan nun jauh membumbung langit
Wahai kawan
Betapapun gelombang menerjang
Betapapun badai meluluh lantakkan bumi
Betapapun topan menghembuskan kehidupan
Ingatlah akan kehadiran namamu
Dalam sejarah hebat masa depan
Selamat datang pengabdian

Pujian Terindah


Awali gerak dengan membaca Bismillah
Mencerminkan seseorang sang pembawa risalah
Hamdalah menjadi sebuah penutup
Untuk sebuah kebahagiaan yang terlewati
Allahuakbar... Allahuakbar... Allahuakbar
Bergema bagi insan yang mengagungkanNya
Sebuah kalimat yang indah untuk mensucikan hati
Subhaanallah...
Rasa takjub akan ciptaan Tuhan
Menggetarkan jiwa dari apa yang dilihatnya
Sungguh mempesona
Astaghfirullahal’adzim...
Penyesalan untuk dosa yang telah berlalu
Taubatan nasuha menjadi jalan utama
Tuk meraih kesucian diri dihadapanNya
Laa ilaa ha illallah...
Laa ilaa ha illallah...
Laa ilaa ha illallah...
Pujian terindah dalam semua rangkaian
Pengagungan yang tinggi bagi sang pencipta
Tiada Tuhan selain Engkau
Ya Allah yang merajai semua alam

Prinsip


Dulu kala di saat semuanya masih sama
Terlintas dipikiran untuk membentuk sesuatu
Sesuatu hal yang besar
Melampaui batas-batas impian
Kemudian beranjak
Berbedalah semua hal yang sudah dirancang
Akibat usia
Akibat olah otak
Semuanya berganti
Dan terus berganti
Setiap pergantian waktu
Dan tempat

Bangsat atau Mati?


Saat kutuliskan ini dengan tinta kelabu
Aku sudah pesimis akan nasib negeri ini
Negeri yang membuat aku hidup berpuluh tahun
Tapi membuat rakyatnya merana
Bukan..........
Sekali lagi bukan..........
Bukan negerinya yang salah
Itu fitnah
Itu tuduhan yang keji
Negeri ini suci
Negeri ini perkasa
Bangsat-bangsat itulah yang anjing
Mereka menenggelamkan bumi ini
Layaknya atlantis agung yang hilang entah kemana
Merah putih ini akan lenyap?
Kunyuk, aku tidak akan biarkan hal itu
Seandainya saja aku punya kuasa
Mereka akan aku bunuh
Aku masukkan mereka ke dalam neraka
Selama-lamanya, abadi nan kekal
Tapi sungguh
Aku tak bisa berbuat apa-apa
Bahkan di kala partai bersuara pun
Aku masih ragu
Antara memilih bajingan
Atau rela mati demi tanah pertiwi

Pikir Ini Sihir


Hat
In
Menjad
Dir
Sendir
Sakt
Jad
Saks
Past
Bas
Kaj
In
Pag
Pag
Dar
Pad
D
Siliwang
Lar
Jad
Gaj



Kehidupan Semu

Kuliah dapat dipermainkan,
dosen dapat dipermainkan,
tugas dapat dipermainkan,
masa depan dapat dipermainkan,
harta dapat dipermainkan,
wanita dapat dipermainkan,
tahta dapat dipermainkan,
teman dapat dipermainkan,
kesuksesan dapat dipermainkan,
semua dapat dipermainkan,

KECUALI 3 HAL:
Cinta kasih yang tulus,
Keyakinan yang mendalam,
Dan jati diri yang terkontrol alam pikiran